Translate

Menghindari Kesombongan ala Imam ghazali

sumber : http://khoiruddin.com/menghindari-kesombongan-ala-imam-ghazali/

Doa Agar Tidak Sombong - Tawadlu
Hati memang sulit untuk di atur. Hati dalam bahasa Arab adalah Qalbun yang memiliki arti berbalik. Di namai seperti itu karena sifat hati yang sangat gampang sekali berbolak balik atau terombang ambing. Hati kita kadang memiliki kadar keimanan kuat kadang juga lemah. Oleh karena itu kita sangat dianjurkan agar selalu berdoa:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbiy ‘Ala Diinik
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)
Kembali sesuai judul artikel ini yaitu tentang sombong. Imam Ghozali mengajari cara mawas diri agar tidak terjebak dalam sikap merasa lebih baik. Ketika kita melihat seseorang yang belum dewasa, kita bisa berkata dalam hati: “Anak ini belum pernah berbuat maksiat, sedangkan aku tak terbilang dosa yang telah kulakukan, maka jelas anak ini lebih baik dariku.” Ketika kita melihat orang tua, “Orang ini telah beramal banyak sebelum aku berbuat apa-apa, maka sudah semestinya ia lebih baik dariku.”
Ketika kita melihat seorang ‘alim, kita bisa berkata dalam hati: “Orang ini telah dianugerahi ilmu yang tiada kumiliki, ia juga berjasa telah mengajarkan ilmunya. Mengapa aku masih juga memandang ia bodoh, bukankah seharusnya aku bertanya atas yang perlu kuketahui?” Ketika kita melihat orang bodoh, “Orang ini berbuat dosa karena kebodohannya, sedangkan aku. Aku melakukannya dengan kesadaran bahwa hal itu maksiat. Betapa besar tanggung jawabku kelak.” (Diadaptasi dari Ihya’, bab takabbur).
Nah! Terhadap orang yang benar-benar bodoh saja kita mesti bersikap rendah-hati, bukankah kita pun harus tawaduk terhadap orang yang hanya kita sangka bodoh?
Rasulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) dalam do’anya yang patut kita tiru, awasss… jangan salah mengartikannya ya.. ;) :
اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا ، وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا ، وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ
“Yaa Allah hidupkanlah aku dalam keadaan khusyu’ dan tawadlu’, dan matikanlah aku dalam keadaan khusyu’ dan tawadlu’, dan kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang yang khuysu’ dan tawadlu”. (HR. Ibnu Majjah dan at Tirmidzi).
doa agar tawadlu