Translate

Kisah Seorang Paling Durhaka dan Paling Berbakti


Al-Ashma'i berkata : "Ada seorang Arab dusun bercerita kepadaku : "Suatu kali aku keluar dari kampungku untuk mencari orang yang paling durhaka kepada orang tuanya dan orang yang paling berbakti kepada orangtuanya.Maka aku berkeliling dari kampung ke kampung.Hingga aku mendapatkan seorang yang sudah tua, di lehernya ada kalung tali yang digantungi ember besar berisi air yang apabila di usung onta pun terasa berat.
Di belakang orang tua itu ada seorang pemuda yang ditangannya mengenggam tali melingkar yang terbuat dari kulit.Itu dia gunakan untuk mencambuki orang tua itu.Punggung orang tua itu babak belur karena cambukan itu.Aku pun berkata : "Tidakkah kamu takut kepada Allah dalam memberlakukan orang tua yang lemah ini ? Tidakkah cukup bagimu membebaninya dengan tali di lehernya, mengapa kamu masih pula mencambuknya ?"

Dia berkata : "(biarkan saja), meskipun dia ini ayahku sendiri." Aku berkata : "Allah tidak akan membalasmu dengan kebaikan !" Dia berkata : "Diam ! beginilah dia dahulu memberlakukan ayahnya, dan beginilah pula ayahnya dahulu memperlakukan kakeknya."
Aku berkata : "Inilah orang yang paling durhaka."

Kemudian aku berkeliling lagi, hingga bertemu dengan seorang pemuda yang mengkalungkan keranjang di lehernya.Di dalam keranjang itu ada orang yang sudah tua, keadaannya lemah seperti bayi.Pemuda ini menggendongnya dengan kedua tangannya setiap saat, dia juga mencebokinya seperti seorang anaknya.

Lalu aku bertanya kepadanya : "Ada apa ini ?" Pemuda itu menjawab : "Ini adalah ayahku, beliau telah pikun, dan saya yang merawatnya."
Maka aku katakan : "Inilah orang yang paling berbakti." 
Aku pun kembali dan telah bertemu dengan orang yang paling durhaka dan orang yang paling berbakti.

( Disarikan dari al-Mahasin wa al-Masawi' , karya Ibrahim al-Baihagi ).
- See more at: http://abufarras.blogspot.com/2010/11/yang-paling-durhaka-dan-yang-paling.html#sthash.MnOIMZKN.dpuf