Translate

Yang Mencintai dan Dicintai Alloh


Ya, setiap insan pasti punya rasa cinta, apakah cinta terhadap manusia, binatang, benda maupun rasa cinta terhadap Tuhannya. Pada saat yang sama setiap manusia pasti juga ingin dicintai, apakah oleh lawan jenisnya, keluarganya, sahabatnya bahkan oleh binatang kesayangannya. Apalagi kalau dicintai oleh Tuhan-nya, pastilah setiap orang mengharapkannya. Ya itulah qodrat manusia.
Tidak ada kebahagiaan di atas kebahagiaan “mencintai dan sekaligus dicintai”. Terlebih kalau cinta kita dibalas dengan cinta yang jauh lebih besar. Siapa sih yang tidak mau ?
Nah, adakah orang yang mencintai Allah sekaligus dicintai oleh Allah ?. Jawabnya ADA. Siapakah dia ?
Di bawah ini saya kutipkan dari sebuah hadits qudsi yang cukup panjang tentang siapa mereka :
Rasulullah bersabda : Allah SWT berfirman kepada seorang hamba-Nya : " Sesungguhnya ada hamba-hamba-KU yang mencintai-KU dan AKU mencintai mereka. Mereka merindukan-KU dan AKU merindukan mereka. Mereka memperhatikan-KU dan AKU memperhatikan mereka. Jika kamu menempuh jalan mereka, maka AKU akan mencintaimu. Jika kamu berpaling dari mereka, AKU akan murka kepadamu."
Hamba itu bertanya : "Apa tanda-tanda mereka ?"

Allah SWT berfirman : "Mereka di siang hari mewaspadai bayangan-bayangan seperti seorang penggembala yang mengawasi kambingnya. Dan merindukan terbenamnya matahari seperti seekor burung yang menanti tibanya malam untuk kembali ke Sangkarnya.
Ketika malam tiba dan bercampur dengan kegelapan, tikar-tikar telah dibentangkan dan setiap orang menyendiri dengan AKU, Kekasihnya. Mereka bangun berdiri menghadap-KU dan memanggil-KU dengan nama-KU, serta menggantungkan diri sepenuhnya hanya kepada-KU.
Di antara mereka ada yang merintih dan menangis, ada yang mengeluh dan mengadu, ada yang berdiri, duduk, ruku’ dan sujud . Demi Dzat-KU, mereka tidak bisa menahan diri karena-KU dan mereka tidak mengeluh karena Cinta pada-KU.
Maka, pertama-tama yang akan Aku berikan kepada mereka adalah 3 (tiga) PERKARA :
1. AKU letakkan di hati mereka Cahaya-KU, maka mereka bercerita tentang-KU, sebagaimana AKU bercerita tentang mereka.
2. Sekiranya langit dan bumi seukuran mereka, niscaya AKU serahkan kepada mereka.
3. AKU sendirilah yang menghadapi mereka. Hai orang yang AKU hadapi, apakah seseorang mengetahui apa yang akan AKU kurniakan untukmu ? "
Hadist qudsi tersebut lumayan panjang dan nampak dialogis antara ALLAH dengan hambaNYA.
Saya berharap kita semua masuk dalam kategori sebagai Orang Yang Selalu Mencintai ALLAH dan sekaligus senantiasa selalu dicintai ALLAH SWT, sebagaimana dimaksud dalam hadisrt qudsi tersebut di atas. Amiin...Amiin Ya Rabbal alamiin
Wallahualam bissawab
(dikutip dari "Muatan Cinta Ilahi"- Syaikh Muhammad Mahdi Al-Ashify)