Translate

keindahan surga : belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar telinga, belum pernah terlintas di hati manusia


Rosululloh SAW bersabda: “Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga (dari ummatku) bercahaya bagaikan bulan pada malam purnama. Rombongan sesudahnya lebih cemerlang dari bintang bintang yang gemerlapan ( kemudian sesudah itu menyusul rombongan lain ). Mereka tidak buang air kecildan tidak buang air besar .mereka tidak membuang ingus dan tidak meludah . sisir mereka dari emas , keringat mereka dari kasturi , dan pendupaan meraka kayu gaharu yang harum . istri mereka adalah bidadari . “

Keindahan dan kenikmatan surga sejatinya adalah pengetahuan Allah swt. Semata . Manusia tidak akan mampu menembus atau melewati batas batas pengetahuan tentang surga itu. Imajinasi kita sungguh dangkal untuk membayangkan surga yang sesungguhnya. Kalaupun banyak riwayat Nabi saw.tentang gambaran surga,itu mungkin hanya sekedar memberikan perumpamaan saja untuk mengungkapkan bahwa syurga adalah keindahan dan kenikmatan yang tiada taranya.
Kondisi syurga yang sesungguhnya tentu melampaui dari gambaran gambaran itu. Sehingga wajar jika syurga hanya pantas dianugerahkan kepada orang orang yang beriman kepada Allah swt semata. Yakni orang orang yang menjalankan perintahNya dan menghindar jauh jauh dari segala yang dilarangNya.
Dalam QS.As-Sajdah ayat 17-18 Allah berfirman : 
"Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama".

Ayat diatas disebut setelah beberapa ayat sebelumnya menggambarkan sekelumit sifat serta cirri seseorang yang beriman.jadi ayat tersebut menjelaskan ganjaran yang akan didapat oleh orang orang yang beriman.
M.Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah menafsirkan demikian: Maka sebagai anugerah dari Allah mereka akan masuk kesyurga guna menikmati aneka kebahagiaan. Lafaz “tidak seorangpun mengetahui” bermakna tidak terlintas dalam benak siapapun serta tidak terbayangkan oleh apa yang disembunyikan untuk mereka dari aneka kenikmatan yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah senantiasa mereka kerjakan sewaktu hidup didunia. Maka apakah orang mukmin yang mantapdan kukuh imannya menyangkut apa yang disampaikan Rosul swt. Seperti halnya orang yang fasik yang telah keluar secara jelas dari tuntunan agama? Pasti,mereka tidak sama!
Keberadaan syurga yang tidak mungkin mampu dilukiskan manusia secara sempurna karena keagungannya,juga ditegaskan oleh hadis riwayat Abu Hurairah. Bahwasanya Nabi saw bersabda (dalam sebuah hadits Qudsi): “Allah Berfirman:’Aku telah siapkan untuk hamba hambaku yang shaleh apa yang belum pernah dilihat mata,didengar oleh telinga,tidak juga terlintas dalam benak manusia’.” (HR.Bukhari,Muslim dan Ahmad).